Jembatan Cimulih Memprihatinkan


Jembatan Cimulih Memprihatinkan Pangandaran,myPangandaran.com-Kondisi jembatan Cimulih di Kampung Parakan Dusun Pasuruan Desa
Pager Gunung Kecamatan Pangandaran semakin mengkhawatirkan. Konstruksi
jembatan yang hanya kayu balok makin lapuk. Sebagian kawat penyangga
jembatan tersebut putus.


Kepala Dusun Pasuruan Sarpin mengatakan harapan warga untuk memiliki
jembatan yang memadai telah beberapa kali disampaikan ke pemerintah.
“Usaha terus kita lakukan, seperti dalam setiap musrenbang kecamatan,
namun sampai saat ini belum ada hasil,” ungkapnya.



Sejak dulu, lanjut dia, pembangunan jembatan Cimulih dilakukan
secara swadaya. “Warga di sini membangun jembatan karena memang
keberadaannya sangat dibutuhan. Jembatan ini akses ratusan warga
Pasuruan menuju daerah lain, termasuk jalan menuju Desa Pager Gunung
dan Pangandaran,” ungkapnya.



Sampai saat ini, tambah dia, jembatan tersebut hanya bisa dilalui
sepeda motor. Itu pun harus ektra hati-hati karena kayu mulai rusak.
Konstruksinya miring sangat menyulitkan pengendara roda dua.



Kata Sarpin, Dusun Pasuruan merupakan penghasil kelapa dan gula.
“Ratusan warga di sini berprofesi sebagai petani gula kelapa. Di sini
juga merupakan daerah penghasil kayu. Karena itu keberadaan jembatan
sangat diharapkan,” katanya.



“Sampai saat ini warga hanya bisa mengangkut hasil pertanian dengan
sepeda motor. Kalau pun ada mobil hanya (Toyota, red) Hartop saja yang
bisa masuk. Itu pun lewat sungai, kalau nggak musim hujan,” ungkapnya.



Kepala Desa Pager Gunung  Suherman membenarkan kondisi tersebut.
Menurut dia, saat ini warga sangat membutuhkan jembatan. Pengajuan
untuk perbaikan sudah dilakukan dan kini sedang menunggu realisasi.


“Saya kira tidak harus miliaran seperti pembangunan jembatan di
daerah lain. Warga di sini siap bekerja sama dengan pemerintah, jika
dana dari pemerintah dirasa kurang. Warga siap membantu secara
swadaya,” tegasnya



Sumber RadarTasikmalaya


Sumber: http://www.mypangandaran.com/berita/detail/kecamatan-pangandaran/438/jembatan-cimulih-memprihatinkan.html

Comments