terjadi. Setelah bantalan rel habis, pencuri mengincar rangkaian baja
penyangga jembatan. Terbukti, kini salah satu tiang penyangga jembatan
Cikacepit di Desa Emplak dan jembatan Ciputrapinggan di Desa
Putrapinggan Kecamatan Kalipucang, hilang.
Jajang Nurjaman, pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC
Ciamis sangat menyayangkan aksi pencurian tersebut. Sebab, meski sudah
tidak digunakan lagi, jembatan kedua jembatan tersebut bisa menjadi
obyek wisata sejarah.
“Saya sering membawa wisatawan ke sana (Desa Emplak). Selain
mengenalkan panorama alam di sana, saya membawa mereka melihat megahnya
jembatan Cikacepit yang membentang di antara dua bukit,” ungkapnya.
Selain Cikacepit dan Ciputrapinggan, kata dia, Terowongan Sumber
atau Terowongan Wihelmina yang konon merupakan terpanjang di Indonesia
dan Terowongan Bengkok atau Juliana, juga merupakan aset wisata.
“Saya harap semua aset sejarah di sana bisa lestari dan menjadi
wisata sejarah yang memperkaya khazanah kepariwisataan di Pangandaran,”
tutur dia. Peran warga dan pemerintah daerah sangat diperlukan guna
menjaga keutuhannya.
Wanto (29), warga Kalipucang, juga sangat menyayangkan aksi
pencurian terhadap jalur kereta zaman Belanda tersebut. Menurutnya,
keberadaannya yang jauh dari pemukiman membuat para pencuri leluasa
melakukan aksinya.
Jembatan yang menurut informasi memiliki panjang
1250 meter dan tinggi mencapai 100 meter tersebut, kondisinya mulai
mengkhawatirkan. Selain tak terawat, penyangga jembatan hilang.
Kondisi serupa juga terlihat di Terowongan Sumber yang konon
memiliki panjang 1216 meter. Jalan di sepanjang terowongan tersebut
rata, layaknya jalan perkampungan. Hampir tidak terlihat bekas bantalan
rel kereta. Kondisinya tak terawat.
Sumber RadarTasikmalaya
Sumber: http://www.mypangandaran.com/berita/detail/kecamatan-kalipucang/436/jembatan-cikacepit-jadi-sasaran-pencuri.html
Comments